Fixing MBR Using Ubuntu Live USB
I'm sorry for this unconvinience, i'm using Bahasa Indonesia instead English. Yes, i'm Indonesian, i'll try to tell you how to fix your missing MBR or GRUB Rescue appearence when you start your notebook or PC.
Sebenarnya judul diatas hanya untuk menarik mbah Google menemukan website ini
.
Sedikit berbagi cerita kenapa Cak Cecep menuliskan judul diatas. Yap, Cak Cecep baru saja diberi sebuah laptop baru, yang lebih berat dan lebih tahan banting (katanya
) Dengan sangat terpaksa, laptop kantor lama harus di restore to default dan dikembalikan kepada yang berhak. Nah, singkat cerita, dengan satu kali klik, laptop lama yang berisi dual OS, Windows 7 dan Ubuntu 11.10) langsung restore to factory default, kembali pada OS bawaan laptop, Windows 7 Pro. Setelah selesai persiapan restore, laptop melakukan restart dan taraaaaaa... Muncullah...
Nah, apalagi ini?
Ternyata, Cak Cecep lupa kalau laptop lama ini sebelumnya menggunakan Grub untuk booting loader. Karena sudah terlanjur di klik Restore to Factory Default, seluruh partisi di harddisk termasuk partisi Ubuntu 11.10 diformat ulang. Dan hasilnya adalah gambar diatas, si Grub kehilangan soulmate nya si Ubuntu sehingga dia ngambek dan ga mau booting
Tapi tenang, notifikasi Grub Rescue ini bukan menghilangkan seluruh partisi Anda, dia hanya kehilangan arah untuk menuju ke partisi Anda. Arah ini disimpan dalam MBR harddisk, sehingga cara recoverynya adalah mereset MBR Anda agar ditulis arah yang baru menuju partisi harddisk Anda. Pertanyaannya, adakah cara mereset ulang MBR dengan menggunakan Ubuntu Live CD atau USB? Selama ini kita mungkin sudah sangat familiar dengan recovery tools nya Windows. Tinggal booting dari CD Windows, pilih recovery with console, masuk command prompt, ketik perintah fdisk /MBR. Selesai.
Namun, dengan sedikit egoisme dan idealisme as Linux User
, Cak Cecep mencoba untuk mereset MBR ini menggunakan Linux Ubuntu Live USB. Cak Cecep ga punya Live CD, adanya Live USB, karena itu Cak Cecep meresetnya menggunakan Live USB. Kalau Anda memiliki Live CD, silahkan saja, langkahnya sama kok
Booting dengan Live USB/CD Anda, pilih Try Ubuntu. Setelah berhasil masuk ke dalam GUI Ubuntu dan terkoneksi ke jaringan internet, silahkan jalankan aplikasi Terminal. Setelah internet siap, dan shell dalam aplikasi Terminal siap, hanya perlu dua langkah untuk mereset MBR Anda dengan shell dari Ubuntu Live USB/CD :
1. Install LILO, ketikkan perintah:
sudo apt-get install lilo
2. Setelah LILO terinstall, ketik perintah:
sudo lilo -M /dev/sda mbr
Selesai!!!
Restart ulang laptop Anda, dan tarraaaaaa.... Booting berjalan normal dan melanjutkan proses Restore to Factory Default. It's simple and easy, only 5 minutes to reset MBR, starting from reboot using Ubuntu Live USB until it's all DONE! Happy sunday with a cup of coffee
Crack Your Mind, Get Your Soul
Sebelum memulai perjalanan ke Sumatera 1 minggu lalu, Cak Cecep iseng-iseng melongok kembali deretan buku dalam rak koleksi. Hah! Kok masih ada buku yang terbungkus plastik dengan rapi. Kapan ya beli buku ini? Sambil penasaran Cak Cecep buka perlahan plastiknya dan memulai membaca ringkasan isi yang tercetak dibelakang buku. Sebuah buku yang sudah termasuk lama diluncurkan oleh Bapak Rhenald Kasali, yak "Cracking Zone". Sebuah buku baru bagi Cak Cecep namun sudah buku lama bagi penggemar buku, apalagi buat penggemar Pak Rhenald.
Hmmm... buku bagus kayaknya nih, Cak Cecep bawa aja di perjalanan ke Sumatera. Sampai di tujuan, malam hening dalam kamar hotel, ditengah kesendirian jauh dari keluarga, dibawah remang temaram lampu baca, tiba-tiba... eng ing eng...
Ini mau nulis blog apa nulis naskah sinetron yak? Hehehe... Cak Cecep baca buku Cracking Zone sekilas di awal-awal halaman. Menarik! Itu kesimpulan pertama. Kedua, pas banget buat Cak Cecep yang ingin lepas dari comfort zone yang selama ini menjadi belenggu dalam berkreatifitas. Bayangkan, pengetahuan Cak Cecep selama ini hanya terbatas rumah, kantor, rumah. Almost every week, many of us do the same thing in the same way. Ketiga, menurut kacamata Cak Cecep, tujuan utama buku Pak Rhenald ini sesuai nama penerbitnya, Rumah Perubahan. Sebagai tempat untuk memulai perubahan mindset otak kita dari yang comfort menjadi cracker.
Cracker disini berbeda dengan peretas jaringan komputer ataupun biskuit cracker yang enak dimakan
. Tapi cracker yang dimaksud adalah bagaimana mengubah diri Anda dari jiwa pekerja menjadi jiwa pengusaha. Eits...! Jangan berpikiran jiwa pengusaha yang dimaksud adalah menjadi seorang pengusaha a.k.a enterpreneur saja. Jiwa pengusaha juga bisa dimunculkan ditempat Anda bekerja atau dimana saja. Misal, apabila Anda seorang staf sales marketing, bagaimana upaya Anda untuk menjaring lebih banyak pembeli agar keuntungan perusahaan Anda menjadi lebih besar? Anda harus keluar dari comfort zone tadi, keluar mencari cara pemasaran diluar cara konvensional. Misal melalui internet marketing, melalui sms broadcaster, dsb. Disinilah diperlukannya keberanian untuk menjadi seorang Cracker, keluar dari comfort zone membentuk cracking zone Anda sendiri.
Nah, penasaran bagaimana isi buku selengkapnya? Silahkan cari di toko buku terdekat bukunya Pak Rhenald ini. Cak Cecep ga segan-segan mempromosikannya di blog Cak Cecep karena memang isinya recommended bagi yang ingin keluar dari comfort zone. Build your own cracking zone, crack your mind to get your own soul. Tambah penasaran isi bukunya? Samaaaa...! Cak Cecep juga penasaran, ijin lanjut baca dulu ya Gaaan!
Akhirnya… Hasbunallohu Wa Ni’mal Wakiil
Hmmm... bukan hanya Anda saja yang bertanya-tanya, mengapa lama amat Cak Cecep tidak nulis di blog ini? Saya sendiri juga bertanya-tanya... kenapa bulan terakhir di 2011 ini begitu banyak "kejadian" yang berentetan. Tapi Alhamdulillah... berkat bantuan dan doa dari istri dan anak, dari teman-teman semua, kejadian tersebut satu persatu mulai bisa diselesaikan.
Setelah kejadian-kejadian tersebut, Cak Cecep merenung dan teringat akan potongan ayat Ali Imron : 173.
173. (Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya manusia[250] telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: "Cukuplah Alloh menjadi Penolong kami dan Alloh adalah sebaik-baik Pelindung."
Alhamdulillah, pada saat-saat sempit, apabila kita selalu mengingat Alloh, insyaAlloh Alloh akan tunjukkan jalan bagi kita. Hasbunalloh wa ni'mal wakiil... Cukuplah Alloh menjadi Penolong kami dan Alloh adalah sebaik-baik Pelindung. Cak Cecep bukan hanya teringat, namun saya juga mencoba untuk merenungi dan menjadikan bacaan ini sebagai zikir harian. Dan Alhamdulillah, setiap ada permasalahan, setiap ada kejadian, setiap ada hal-hal yang membuat otak kita penat... Alloh akan memberikan jalanNya.
Akhirnya...
seperti yang saya tulis di judul, akhirnya selesai sudah tumpukan kejadian a.k.a. masalah Cak Cecep. Dan untuk menghindari hal-hal yang berbau curhat di blog ini
, saya mencoba untuk tidak menceritakan kejadian dan permasalahan apa saja yang Cak Cecep alami. Anda semua cukup tahu, bahwa dibalik semua kejadian tersebut, hanya Alloh lah yang Mengatur, Maha Mengatur. So... just enjoy the sun... just enjoy the sun... [ sabrina sings
]
Pindahan Server a la Bandung Bondowoso
Pernah mendengar legenda Candi Prambanan? Yak, disitulah nama Bandung Bondowoso menginspirasi Cak Cecep untuk menuliskan pindahan server kantor. Cerita pembuatan Candi Prambanan yang dilakukan Bandung Bondowoso dalam satu malam untuk mendapatkan cinta Putri Lara Jonggrang. Romantis dan tragis, dengan segala pengorbanannya, Bandung Bondowoso masih tetap tidak mendapatkan putri pujaannya.
Seperti halnya Cak Cecep, mencoba menjadi Bandung Bondowoso untuk membuktikan bahwa Cak Cecep dan tim, BISA! Ternyata, dengan segala daya upaya, masih belum juga bisa membuktikan pindahan server bisa dalam semalam
. Pindahan server disini bukan dalam artian migrasi server. Namun lebih ke arti sebenarnya, yaitu memindahkan server dari tempat lama ke tempat baru.
Pindahan server bukan hal yang susah secara logika. Bongkar server dari rak lama, angkat, geser rak lama, ganti rak baru, pasang lagi servernya, dan it's all DONE!!! Ternyata tidak semudah dibayangkan, selain beberapa step standar ternyata ada beberapa request yang harus dipenuhi sebelum rak server baru terpasang. Nah, ini lah yang diluar perkiraan. Mulai dari listrik, restfloor, sampai dengan susunan rak. Alhasil, ga bisa dalam semalam, apalagi didukung dengan malasnya tim pindahan yang datang ke lokasi telat hampir 5 jam! Duhhh!!!
Akhirnya, niat Cak Cecep untuk menjadi Bandung Bondowoso pupus sudah
Kerjaan yang seharusnya selesai dalam sehari semalam, harus dilanjut hingga dua hari. Banyak waktu berharga terbuang hanya karena incidental requests. Tapi itulah harga dari sebuah kepercayaan yang harus dibangun. Kepercayaan yang dapat dibentuk dengan menunjukkan bahwa kita juga bisa memenuhi incidental request meski terasa berat. Bagaimanapun juga, hal-hal yang bersifat incidental kadang merupakan ujian yang membuka jalan untuk menjadi lebih baik. Hanya sifat kita sebagai manusia saja yang sering mengingkarinya dan menganggap itu sebagai kesulitan.
Alloh SWT sudah mengingatkan hambanya dalam sebuah surat yang banyak kita hafal. Buka surat Al-Insyiroh (Alam Nasyroh) ayat 5 - 6, fa innama 'al 'usri yusroo, innama 'al 'usri yusroo. Kurang lebih artinya, "karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan". Dan diulang lagi "sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan". Nah, kurang percaya bagaimana kita? Sudah dijanjikan Alloh bakal ada kemudahan setelah kesulitan, bahkan diulang dua kali lagi kemudahan yang dijanjikan. Bahkan menurut beberapa tafsir, dua ayat tersebut bisa diartikan ada 2 kemudahan untuk 1 kesulitan. Subhanalloh...
Jadi masihkah kita meyakini, bahwa kesulitan itu hanya semata-mata ujian dari Alloh? Atau kita masih akan tetap terkungkung dalam dogma pikiran kita, bahwa kesulitan adalah suatu bencana? Atau kita bisa merubah keyakinan bahwa kesulitan datang untuk menyambut kebaikan dua kali lipat lebih baik? Hidup itu pilihan, dan kalau Cak Cecep boleh memilih, pilihlah yang memang sudah dijanjikan dan pilihlah untuk merubah dogma. Jadikan kesulitan sebagai ajaran, sebagai guru untuk mendapatkan kemudahan dan kebaikan yang berlipat ganda. Semoga dengan perubahan dogma ini Cak Cecep bisa menjadi Bandung Bondowoso yang sebenarnya. Amiiiin...
Commuter Line – Si Biang Muter-Muter
Bagi Anda yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya, pasti sudah akrab dengan kata Commuter Line. Yak, sarana transportasi yang saat ini paling digandrungi masyarakat diseputaran Jabodetabek.
Hanya satu alasan mengapa Commuter Line ini menjadi favorit masyarakat Jabodetabek... Tidak adanya alternatif lain yang lebih cepat dan murah untuk mencapai tengah kota dari pinggir-pinggir Jakarta.
Ibukota Negara RI, Jakarta, menjadi tumpuan dan impian kehidupan yang layak bagi sebagian masyarakat Indonesia. Kata 'layak' sebenarnya masih memiliki tanda tanya besar bagi warga yang memang asli Jakarta maupun yang sudah lama tinggal di Jakarta dan sekitarnya. Dengan tidak menafikan faktor penunjang kehidupan layak lainnya, sarana transportasi adalah salah satu hal yang patut dipertanyakan kelayakannya.
Cak Cecep mulai dari sarana transportasi jalan yang saat ini mayoritas pengguna adalah sepeda motor, mobil pribadi, angkutan umum termasuk didalamnya bajaj, taksi, angkutan kota (angkot), bus umum, dan juga trans jakarta atau yang kita kenal dengan busway. Berikut kutipan dari www.kompas.com (2009) yang mungkin bisa memberi gambaran, layakkah jalanan di Jakarta ini?
Data Dinas Perhubungan DKI Jakarta 2008 menunjukkan, pertambahan jumlah sepeda motor sekitar 1.500 unit per hari dan jumlah mobil bertambah 250 unit per hari. Total jumlah kendaraan yang melaju di jalanan mencapai sekitar lima juta unit per hari.
Total panjang jalan di DKI Jakarta mencapai 5.621,5 kilometer dan hanya bertambah 0,01 persen per tahun. Dengan ketidakseimbangan jumlah pertambahan kendaraan dan panjang jalan ini, Jakarta akan mencapai kondisi macet total dalam waktu tak lama lagi.
Beberapa pengamat transportasi memperkirakan, semua kendaraan di Jakarta akan terjebak kemacetan sesaat setelah keluar dari rumah pada tahun 2014. Ahli transportasi Universitas Trisakti, Fransiskus Trisbiantara, bahkan lebih ekstrem lagi dengan memperkirakan kemacetan total dapat terjadi pada 2011-2012 jika tidak ada langkah berarti dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Itu jalanan. Bagaimana dengan commuter line yang notabene juga transportasi darat, namun dengan jalan yang berbeda. Rel dan bentangan kabel listrik yang dimulai dari Bogor, Tangerang, Serpong, dan Bekasi menuju ke tengah kota Jakata, menjadi alternatif utama selain "transportasi jalanan" yang Cak Cecep sebutkan sebelumnya. Setali tiga uang, commuter line sama penuhnya dengan jalanan. Penuh dalam arti sebenarnya, penuh, sesak, padat dan jauh dari kata nyaman.
Bayangkan, dalam satu gerbong, dengan kapasitas penumpang duduk ±60 orang, dan berdiri ±60 orang, dijejali dua sampai tiga kali lipatnya. Laki-laki dan perempuan, tua muda, anak dan dewasa, semua sama tanpa perbedaan. Tergencet dan terdesak didalam gerbong dengan kualitas yang jauh dari layak. Pemandangan tersebut dapat kita lihat dan rasakan (kalau mau atau terpaksa mau
) setiap pagi mulai dari pukul 06.00 s.d. 09.00 WIB atau sore pukul 16.00 s.d. 19.00 WIB.
Penumpang sebagai konsumen, termasuk Cak Cecep sendiri, merasakan ketidaknyamanan ini semenjak diberlakukannya sistem commuter. Setiap kereta berhenti di setiap stasiun, tidak pandang bulu, AC maupun non-AC. Satu hal yang membuat Cak Cecep bergembira dengan sistem ini, tidak adanya kekhawatiran terlambat naik commuter line. Terlambat commuter line sekarang, tunggu 10 - 15 menit, commuter line berikutnya sudah datang. Berbeda dengan sistem terdahulu, terlambat naik yang sekarang, harus menunggu 30 - 45 menit kemudian.
Namun, kebahagiaan tersebut terkalahkan dengan ketidaknyamanan. Cak Cecep pribadi, lebih senang menunggu lama commuter line berikutnya dibandingkan harus berdesakan dalam gerbong. Jika Anda lihat setiap pagi atau sore, orang seperti binatang ternak dalam truk, dijejalkan dan dipadatkan asal perolehan uang penjualan tiket makin maksimal. Akankah selamanya berlangsung demikian? Hmmm...
Itulah dilemma commuter line, satu sisi masyarakat sangat memerlukannya, sebagai sarana transportasi cepat dan murah. Tetapi disisi lain, commuter line makin membuat penumpang didalamnya muter-muter kehabisan oksigen. Saat ini commuter line masih akan tetap menjadi favorit masyarakat, karena memang tidak ada pilihan lain. Mobil, motor dan kendaraan lain yang sejenis, sudah makin sesak di ibukota Jakarta. Commuter line yang diharapkan menjadi alternatif utama, bahkan memang prioritas utama, juga makin sesak didalamnya.
Jika memang kondisi ini tetap dibiarkan, biarkanlah Cak Cecep saja yang muter-muter menghadapi situasi yang tragis ini. Perpaduan antara kenyamanan dan kebutuhan, nampaknya masih harus terpisahkan dengan keterpaksaan. Meski tragis, tapi Cak Cecep tetap meringis dan optimis, commuter line BISA menjadi nyaman dan layak untuk masyarakat ibukota. InsyaAlloh...
Installing Ubuntu 11.10 – Oneiric Ocelot

Selamat datang Oneiric Ocelot!!!
Mungkin Anda semua mengira Cak Cecep telat mengucapkan selamat datang pada versi teranyar distro Ubuntu ini. Sengaja baru Cak Cecep lakukan sekarang, karena si Oneiric Ocelot baru saja menancapkan cakarnya di laptop kantor yang Cak Cecep bawa.
Sebuah desktop yang bersih dan lega. Itu kesan Cak Cecep melihat si Oneiric untuk pertama kalinya. Dengan proses login cepat, design login menu yang elegant, ditambah leganya desktop setelah login. Hmmm... layak dapat five stars ( ga ada icon jempol yah disini? ya sudahlah
). Namun ada sedikit yang membuat Cak Cecep bertanya, kok sound theme nya masih seperti yang lama yah? Apa karena Cak Cecep upgrade dari versi 11.04? Jawaban ini yang belum saya oprek lebih dalam, karena Cak Cecep masih terkesima dengan tampilan awal si Oneiric.
Selain sound theme, ada sedikit hal, masalah suara juga, yang cukup mengganggu. Suara fan CPU yang terlampau bising, mirip suara pesawat jet yang akan melakukan take off. Apa pula ini? Kok seperti versi 11.04 kernel 2.6.8 yang fan CPU nya selalu berputar bising? Apa bug itu muncul kembali? Dengan semangat 45, Cak Cecep mencoba mencari di embah Google dan ternyata... Cak Cecep belum berhasil menemukan titik masalahnya
. Tapi ada beberapa issue di bug lists Ubuntu (https://bugs.launchpad.net/ubuntu/+source/linux/+bug/818830). Isu utamanya adalah masalah di Kernel 3.0.0 yang mengalami power regression. Silahkan dibaca sendiri yak untuk info lengkapnya.
Nah, selain isu tersebut, Cak Cecep juga menemukan sedikit tips dan trik yang bisa meredam suara jet dari fan CPU. Sebelumnya, pastikan Anda TIDAK menginstall graphics driver lain selain yang terinstall secara default. Untuk meredam suara fan CPU, kita harus menurunkan kecepatan GPU-nya agar bisa menghasilkan suara yang lebih lembut. Yuk mareeeiii... Silahkan Anda buka terminal di Ubuntu, dan ketikkan perintah di bawah ini:
- echo -e '#!/bin/sh\necho low > /sys/class/drm/card0/device/power_profile' | sudo tee /etc/init.d/ati-power-save
- sudo chmod +x /etc/init.d/ati-power-save
- sudo update-rc.d ati-power-save defaults 99
Kemudian, kita naikkan FPS (frame per second) agar gambar ga terlalu jelek-jelek amat setelah clock nya di turunkan. Ketikkan perintah dibawah ini:
- echo 'export vblank_mode=0' | sudo tee -a /etc/environment
Ketika sang mentari kembali ke peraduannya, dan sang permaisuri pun mulai beranjak bangkit menemani bintang-bintang, ketenangan akhirnya kembali menyelimuti sarang Oneiric Ocelot
. Alhamdulillah...
Risk Management
Apa pula ini? Cak Cecep kok ngomong masalah Risk Management? Qiqiqi... yah begitulah, mumpung lagi belajar mengenai risk management, daripada lupa (alasan lain dari malas :p ) mending copas dari wikipedia. Sengaja link-link yang mengarah ke wikipedia tidak saya hilangkan, biar tidak dianggap menyalahgunakan hak cipta. Silahkan dibaca, dipahami, dan diimplementasikan.
Manajemen Risiko (Risk Management)
Manajemen risiko adalah suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu. Manajemen risiko tradisional terfokus pada risiko-risiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti bencana alam atau kebakaran, kematian, serta tuntutan hukum. Manajemen risiko keuangan, di sisi lain, terfokus pada risiko yang dapat dikelola dengan menggunakan instrumen-instrumen keuangan.
Sasaran dari pelaksanaan manajemen risiko adalah untuk mengurangi risiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat yang dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini dapat berupa berbagai jenis ancaman yang disebabkan oleh lingkungan, teknologi, manusia, organisasi dan politik. Di sisi lain pelaksanaan manajemen risiko melibatkan segala cara yang tersedia bagi manusia, khususnya, bagi entitas manajemen risiko (manusia, staff, dan organisasi).
Dalam perkembangannya Risiko-risiko yang dibahas dalam manajemen risiko dapat diklasifikasi menjadi
Hal ini menimbulkan ide untuk menerapkan pelaksanaan Manajemen Risiko Terintegrasi Korporasi (Enterprise Risk Management).
Manajemen Risiko dimulai dari proses identifikasi risiko, penilaian risiko, mitigasi,monitoring dan evaluasi.
Sejarah
Rekaman tertua terkait pengelolaan risiko dapat ditemukan pada Piagam Hammurabi (codex Hammurabi), yang dibuat pada tahun 2100 sebelum masehi.[1] Piagam tersebut mencantumkan peraturan dimana pemilik kapal dapat meminjam uang untuk membeli kargo; namun bila dalam perjalanan kapalnya tenggelam atau hilang, ia tidak perlu mengembalikan uang pinjaman tersebut. Masa ini disebut sebagai zaman pertama manajemen risiko, di mana perusahaan hanya melihat risiko non-entrepreneurial (seperti misalnya keamanan).
Tahun 1970-an dan 1980-an disebut sebagai zaman kedua manajemen risiko di mana perusahaan-perusahaan asuransi mulai berusaha mendorong pengusaha untuk benar-benar menjaga barang yang diasuransikan.[1] Pada masa ini juga lahir konsep jaminan mutu (quality assurance) yang menjamin setiap produk memenuhi spesifikasi standarnya. Konsep ini dipopulerkan oleh British Standards Institution yang meluncurkan standar kualitas BS 5750 pada tahun 1979.
Pada tahun 1993, James Lam diangkat menjadi Chief Risk Office, yang merupakan jabatan CRO pertama di dunia.[1]
Zaman ketiga manajemen risiko dimulai tahun 1995 dengan diterbitkannya AS/NZS 4360:1995 oleh Standards Australia of the World's Risk management Standard.[1]
Pengertian Risiko
Risiko berhubungan dengan ketidakpastian ini terjadi oleh karena kurang atau tidak tersedianya cukup informasi tentang apa yang akan terjadi.
Sesuatu yang tidak pasti (uncertain) dapat berakibat menguntungkan atau merugikan.menurut Wideman, ketidak pastian yang menimbulkan kemungkinan menguntungkan dikenal dengan istilah peluang (Opportunity), sedangkan ketidak pastian yang menimbulkan akibat yang merugikan dikenal dengan istilah risiko (Risk).
Secara umum risiko dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang dihadapi seseorang atau perusahaan dimana terdapat kemungkinan yang merugikan. Bagaimana jika kemungkinan yang dihadapi dapat memberikan keuntungan yang sangat besar sedangkan kalaupun rugi hanya kecil sekali? Misalnya membeli loterei. Jika beruntung maka akan mendapat hadiah yang sangat besar tetapi jika tidak beruntung uang yang digunakan membeli loterei relatif kecil.Apakah ini juga tergolong Risiko? jawabannya adalah hal ini juga tergolong risiko. Selama mengalami kerugian walau sekecil apapun hal itu dianggap risiko.
Kategori risiko
Risiko dapat dikategorikan ke dalam dua bentuk :
- risiko spekulatif, dan
- risiko murni.
Risiko spekulatif
Risiko spekulatif adalah suatu keadaan yang dihadapi perusahaan yang dapat memberikan keuntungan dan juga dapat memberikan kerugian.
Risiko spekulatif kadang-kadang dikenal pula dengan istilah risiko bisnis(business risk). Seseorang yang menginvestasikan dananya disuatu tempat menghadapi dua kemungkinan. Kemungkinan pertama investasinya menguntungkan atau malah investasinya merugikan. Risiko yang dihadapi seperti ini adalah risiko spekulatif. Risiko spekulatif adalah suatu keadaan yang dihadapi yang dapat memberikan keuntungan dan juga dapat menimbulkan kerugian.
Risiko murni
Risiko murni (pure risk) adalah sesuatu yng hanya dapat berakibat merugikan atau tidak terjadi apa-apa dan tidak mungkin menguntungkan. Salah satu contoh adalah kebakaran, apabila perusahaan menderiat kebakaran,maka perusahaan tersebut akan menderita kerugian. kemungkinan yang lain adalah tidak terjadi kebakaran. Dengan demikian kebakaran hanya menimbulkan kerugian, bukan menimbulkan keuntungan, kecuali ada kesengajaan untuk membakar dengan maksud-maksud tertentu. Risiko murni adalah sesuatu yang hanya dapat berakibat merugikan atau tidak terjadi apa-apa dan tidak mungkin menguntungkan. Salah satu cara menghindarkan risiko murni adalah dengan asuransi. Dengan demikian besarnya kerugian dapat diminimalkan. itu sebabnya risiko murni kadang dikenal dengan istilah risiko yang dapat diasuransikan ( insurable risk ).
Perbedaan utama antara risiko spekulatif dengan risiko murni adalah kemungkinan untung ada atau tidak, untuk risiko spekulatif masih terdapat kemungkinan untung sedangkan untuk risiko murni tidak dapat kemungkinan untung.
Selengkapnya, silahkan di cek ke alamat : http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_risiko
. Salam dari Bogor, Indonesia
Celotehku, Celotehmu, dan CelotehNya
Celoteh... mungkin sebagian dari kita ada yang tidak mengetahui apa itu "celoteh". Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, celoteh adalah obrolan atau percakapan yang tidak karuan. Kalau kita analogikan dengan anak kecil, seperti ocehan.
Celoteh menurut Cak Cecep, seperti ungkapan pikiran, perasaan, dan juga keyakinan. Dan satu hal yang pasti dan sama dengan deskripsi kamus besar Bahasa Indonesia, yaitu tidak karuan. Disini, tidak karuan dalam arti ungkapan tersebut bisa muncul dalam hal apa saja dan menjadi apa saja. Tergantung Cak Cecep mengolahnya menjadi tulisan disini
Dulu, dua tahun lalu, Cak Cecep pernah merintis hal serupa. Nulis blog khusus untuk bidang komputer. Kebetulan seneng nulis tentang komputer. Bisa di cekidot (istilah kaskuser :p) di http://blog.ceiradia.com. Namun berhenti hingga sekarang dan muncullah ide untuk berceloteh lagi tentang segala hal.
Ide celoteh ini muncul bukan karena Cak Cecep kurang pergaulan sehingga tidak ada sarana curhat... Kalau seperti itu alasannya, apa gunanya Alloh, Tuhan semesta alam, tempat segala hamba mengadu. Ide celoteh ini muncul lebih karena Cak Cecep rindu akan tulisan dan menulis itu sendiri. Rindu akan makna ayat pertama yang turun ke muka bumi. Iqro'... iqro' bismirobbikalladzi kholaq (Al Alaq : 1). Bacalah, bacalah atas nama Tuhanmu Yang Menciptakan. Serta ayat Nuun... wal qolami wa maa yasthuruun (Al Qolam : 1). Nuun... demi kalam dan apa yang mereka tulis.
Tulisan teragung yang pernah tertulis di muka bumi ini, hanya milik Alloh... Sehingga masuk logika kita jika ayat pertama kali turun adalah Bacalah... Baca semua tulisanNya di muka bumi ini dan tulisakanlah kembali untuk mengingatkan kita pasti akan kembali kepadaNya. Semoga celoteh Cak Cecep kali ini, bisa memberi inspirasi buat kita semua untuk tetap menulis dan membaca tulisan itu sendiri.
Nah, kenapa hanya bengong liatin blog ini?
Ayo mulai sekarang, kita tuliskan kembali apa yang telah Alloh tuliskan di muka bumi ini. Jangan takut salah dan jangan takut memulai, baca dan terus baca. InsyaAlloh kita akan bisa menemukan tulisanNya di setiap tarikan nafas kita. Yakinlah kita akan mampu untuk menuliskannya kembali meski tulisan-Nya hanya seujung kuku saja yang bisa kita ungkapkan. Akhirnya... Cak Cecep mengucapkan, selamat membaca dan menikmati celotehku... celotehmu... dan celotehNya... Wallohua'lam bishowab...
Cak Cecep



